Untuk apa kita diciptakan ?,kenapa kita harus beragama? Kenapa kita harus melakukan ini dan kenapa tidak boleh melakukan itu ?

Kalo teringat hal itu ana sangat bersyukur kepada Allah yang telah membukakan sebuah jawaban yang membuat hati ini tenang, badan ini bisa bersujud dengan ikhlas, bisa merasa takut, cinta dan serta beribadah dengan benar.

Ya pertanyaan-pertanyaan itulah yang selama ini membuat hati ini gundah, dan sekian lama mencari.

Berbagai kelompok pengajian pernah ane ikuti, dari belajar pada Guru Ngaji NU saya, kemudian belajar ke guru sekolah saya yang Muhammadiyah, Khuruj Bersama Jama'ah Tabligh hingga Liqa' dengan kawan-kawan di Ikhwanul Muslimin dulu.

Namun jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang ana nanti tak kunjung tiba hingga suatu hari ana, ikut kajian bersama ikhwan-ikhwan salaf, ketika itulah hidayah itu tiba kita Ana dengar Firman Allah", Tidaklah Aku(Allah) ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku", inilah ayat yang kemudian dijelaskan bahwa kita ini, hidup karena ada yang menciptakan, tidaklah kita menciptakan diri kita, atau kita ada dengan sendirinya, tetapi Allah lah yang menciptakan kita, adapun tujuan penciptaan itu adalah agar kita mentahidkan Dia dalam rububiyah, uluhiyyah dan asma' dan sifatnya. Dialah Allah sang Maha Pencipta yang pantas untuk kita sembah.

Dan tidaklah Allah membiarkan manusia tersesat didunia ini melainkan Dia utus seorang utusan dari bangsa manusia yang berbicara dengan bahasa manusia, yang membawa khabar gembira dan peringatan dari Raabnya, lalu ia bimbing manusia dari kegelapan kebodohan menuju keterang-benderangan ilmu Islam yang mulia ini, dialah Muhammad Sholaallahu 'alaihi wasalam. sudah selayaknyalah manusia membenarkan kerasulannya, perkataannya, melakukan apa yang beliau perintahkan dan menjauhi larangan yang beliau terangkan, karena ia tidaklah berkata dari hawa nafsunya akan tetapi perkataannya adalah dari wahyu yang diwahyukan dari Rabbnya.

dan Islam ini akan terpecah-belah dan tidaklah akan selamat kita ini kecuali mengikuti Rasullullah kemudian Shohabat, Tabi'in dan atbauttabi'in yang sholih (salafussholih) dalam seluruh aspek keagamaan islam ini.

itulah jawaban yang selama ini ana cari. entah apa yang akan terjadi jika Allah tidak menujuki jalan yang HAQ ini Islam dan Sunnah Berdasarkan Pemahaman Salaf Al Ummah yang sholih.

dan akhirnya ana memohon kepada Allah agar meneguhkan diri yang lemah ini didalam memegang teguh Islam dan sunnah dengan pemahaman salaf hingga akhir hayat nanti......